muharamtuhalal

Isinya cuma Pemikiran,Kicauan,Ocehan ama Tulisan

Obrolan dengan Aisyah

Sedikit cerita hari ini, sudah lama tidak menggunakan fasilitas chat jejaring sosial facebook, rasa- rasanya dulu saat masih ngerjain skripsi fasilitas ini malah menjadi salah satu penghambat selesainya skripsi.
Nah karena udah selesai ngerjain skripsi akhirnya iseng deh make fasilitas ini lagi, ada obrolan lucu rasanya yang bikin senyum- senyum sendiri pas lagi chat dengan fasilitas ini.

Kebetulan sedang chat dengan teman lama yang kenal lewat facebook kebetulan juga ikutan satu organisasi, pertama obrolan dibuka dengan basa- basi, maklum udah lama gak ngobrol juga sama dia, kita kasih nama saja teman saya ini Aisyah.  Obrolan basa- basi kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan tentang studi karena si Aisyah memang satu angkatan di bawah saya.

Rupanya Aisyah masih menempuh PPL dikampusnya hmm dengan rencana lulus sekitar oktober 2012 standar dong buat anak 2008 karena emang saya akui dari ceritanya Aisyah tu tipe- tipe wanita aktif, smart, cantik dan supel tapi bukan berarti pendidikannya keteter banget  sih.

Nah..obrolan setelah masalah kuliah ni yang bikin senyum- senyum. Saat ditanya “kog statusnya belakangan sering keliatan galau?” Aisyah menjawab “hhhhh… just status Mas..:),dont judge a sirl by her status facebook” trus saya sambung dengan pertanyaan “nyari cow yang kayak sapa emng? biar gak galau?” nah udah tu obrolan nyangkut- nyangkut ke arah pacaran dan pasangan rumah tangga. Emang sih dulu pernah ngobrol- ngobrol kalo kita berdua punya persepsi yang sama tentang pacaran saat ini, kalo gak bakal pacaran sebelum sukses. Minimal dapat kerjaan tetap kalo aku kalo Aisyah mah gak tau ukuran suksesnya apaan.

ditengah percakapan tiba- tiba muncul statement “deaL.. jemput aku wahai caLon Imamkuu” ama kata- kata “jemput aku jadi bidadarimu… hhhoohohoho“. Kata- katanya lucu sih ampe kebayang kalo besok punya calon istri bakal bilang kayak gini gak ya..
cuma bisa nyengir baca obrolan sama si Aisyah ni.. hihi
Sayangnya rumahnya Aisyah jauh tuh, coba kalo deket…
Langsung tak ajak taaruf kali ya.. 😀

#to Aisyah; semoga cepat kelar kuliahnya, dan dapat imam yang sesuai impian kamu. Amin Ya Rabb 🙂

Iklan

Mobil Nasional… Masih Lama Kali…

Belakangan ini, dunia otomotif Indonesia sedang mengalami sebuah isu yang banyak menyedot perhatian dari para pelaku industri otomotif yaitu isu mengenai pembuatan mobil nasional yang muncul karena digunakannya mobil hasil rakitan siswa smk di Surakarta bernama “Kiat Esemka” oleh Bapak Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan Jokowi yang juga menjadi Walikota kota Solo dan juga F.X. Hadi Rudyatmo sebagai Wakil Walikota. Diawali dengan rencana akan digunakannya mobill “Kiat Esemka” sebagai mobil dinas dari Walikota dan Wakil Walikota Solo, tindakan dari walikota dan wakil walikota inipun sempat menuai reaksi negatif dari beberapa pihak namun banyak pula yang merespon dengan positif.

Entah bagaimana selanjutnya setelah kendaraan “Kiat Esemka” diuji coba oleh pemerintah daerah Surakarta bergulir isu tentang pembuatan mobil nasional dengan menjadikan mobil “Kiat Esemka” sebagai model awal pembuatan mobil nasional. Mobil “Kiat Esemka” sendiri merupakan sebuah mobil hasil rakitan dari siswa SMK yang berada di kota Solo yang terdiri dari SMK WARGA, SMK Negeri 2 Surakarta. Mobil ini dirakit di bengkel milik Bapak Sukiyat yang berada di Jl Yogyakarta-Solo Km 4, Desa Ngaran, Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah tanpa menggunakan mesin modern untuk proses merakitnya.

Penggunaan kendaraan tersebut oleh wali kota dan wakil wali kota setempat, selama dua hari terakhir, hanya uji coba. Selain itu, penggunaan kendaraan yang dirakit oleh siswa SMK itu merupakan apresiasi terhadap karya mereka. (Jumat, 6 Januari 2012, http://otomotif.antaranews.com). Jadi bukankah sudah jelas bahwa penggunaan mobil rakitan siswa di Solo untuk mengapresiasi usaha yang dilakukan siswa SMK di Solo. Lalu bagaimana isu tentang mobil nasional ini lebih banyak berkembang dibandingkan dengan apresiasi terhadap para siswa yang merakitnya.

Saya punya pandangan harusnya kita mengapresiasi kerja keras dan karya siswa SMK yang telah merakit mobil Esemka bukannya malah menutup apresiasi dengan isu mobil nasional yang menurut keyakinan saya hanya akan menjadi euforia semu belaka tanpa didasari dengan apresiasi dan pengelolaan kemampuan. (Bukannya pesimis) sepertinya masih jauh sepertinya buat Indonesia untuk bisa membuat industri mobil nasional dengan melihat kesiapan pemerintah pusat yang hanya berani berbicara tanpa adanya proses meningkatkan SDM untuk menyokong “proyek” mobil nasional.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang isu mobil nasional ada baiknya kita melihat definisi dari dua kata yang punya hubungan kuat antara isu mobil nasional dan mobil Esemka. Menurut KBBI definisi dari kata merakit adalah me.ra.kit [v] (1) membuat rakit; (2) menyusun dan menggabungkan bagian-bagian mobil, perahu, mesin, dsb sampai dapat berfungsi dng baik; (3) ki mereka-reka; mencari akal. Sedangkan definisi dari kata membuat adalah mem.bu.at :[v] (1) menciptakan (menjadikan, menghasilkan); membikin:; (2) melakukan; mengerjakan (3) menggunakan (untuk); memakai (untuk) (4) menyebabkan; mendatangkan.

Isu pembuatan mobil nasional sendiri muncul setelah penggunaan mobil Esemka oleh walikota dan wakil walikota solo, isu tersebut muncl dari salah satu oknum pemerintah pusat. Untuk membangun sebuah indistri mobil nasional dibutuhkan banyak persiapan baik itu jangka panjang maupun jangka pendek, tidak akan bisa terwujud dalam waktu satu atau dua tahun. Salah satu faktor yang paling penting adalah tersedianya industri bahan baku sebagai supplier dan kesiapan SDM untuk mengelola proses dari industri mobil itu sendiri.
Pertama untuk masalah SDM saya rasa Indonesia punya banyak periset, peneliti, siswa, mahasiswa yang cerdas untuk dapat mengembangkan bahkan menciptakan sebuah sistem untuk mendukung terciptanya industri mobil nasional. Namun kurangnya dukungan dan banyaknya hambatan atas bakat dan minat terhadap pengembangan penelitian dan riset di Indonesia membuat IPTEK di Indonesia menjadi terlambat berkembang bahkan layu sebelum berkembang dalam segala bidang pengetahuan. Dimana letak kesalahannya sehingga SDM di Indonesia sulit berkembang, bahkan cencerung dikalahkan oleh Negara berkembang lainnya di Asia Tenggara khususnya. Untuk masalah pembiayaan riset dan penelitian Indonesia masih harus belajar kembali seberapa besar fungsi riset dan penelitian bagi pengembangan kehidupan rakyatnya ke Negara yang lebih maju. Jadi untuk membangun proyek mobil nasional SDM Indonesia harus lebih di apresiasi bukan hanya apabila berhasil menciptakan/merakit sesuatu tapi bagaimana didorong untuk menciptakan sesuatu.

Kedua, masalah supplier bahan baku, dalam sebuah industri otomotif bahan baku utamanya adalah suku cadang dan kmponen gerak utamanya. Pertanyaannya, adakah industri milik bangsa ini yan mampu menghasilkan barang tersebut? Berapa banyak industri hulu yang dibutuhkan untuk mampu menyokong industri mobil nasional? Apakah harus mengimpor bahan baku dari luar negeri? Kembali ke definisi membuat dan merakit, bila ada impian untuk membuat industri mobil nasional maka kita bisa melihat sejarah proyek mobil timor, walaupun di klaim sebagai mobil nasional, Timor sendiri saya rasa cenderung menjadi industri perakitan mobil tidak ada bedanya dengan industri karoseri yang sudah banyak beroperasi di Indonesia karena masih banyak suku cadang dan bagiannya yang di impor dari Korea ditambah dengan perjanjian dagang yang mempersilahkan mobil asal Negeri Ginseng masuk ke Indonesia dengan proses yang mudah. Jadi untuk dapat membuat sebuah industri mobil nasional salah satu syarat yang harus dimiliki adalah tersedianya industri hulu yang mampu menyokong dan menyuplai kebutuhan dari industri mobil nasional itu sendiri.

Untuk saat ini, lebih baik pemerintah menggelontorkan dana dan pemikirannya untuk mengembangkan SDM dan menyiapkan industri hulu terlebih dahulu. Kirim siswa- siswa Indonesia untuk belajar di Negara yang memiliki industri mobil yang sudah maju, Eropa, Jepang, Amerika. Berikan dana riset bagi para peneliti muda Indonesia dan jangan di “sunat” seperti kebiasaan orba, berikan gaji dan kompensasi yang menarik bagi para peneliti, berikan jaminan hukum dan hidup bagi para peneliti dan hasil penelitiannya supaya para peneliti yang berharga tidak lari ke Negeri orang lain.

Bagi walikota dan wakil walikota solo, saya rasa langkah mengapresiasi karya siswa yang merakit mobil SMK merupakan langkah yang bijak, toh Esemka tidak langsung digunakan, tetap harus melewati proses perijinan yang lama, coba saja Bapak Walikota dan Wakilnya tidak berbuat “nekat” pasti nasib Esemka tidak akan lebih baik dari pada pendahulunya yang secara tidak langsung berarti menutup apresiasi bagi para perakitnya.

Wong buat jarum jahit aja Indonesia belum bisa, bagaimana pemerintah bisa menggelontorkan isu pembuatan mobil nasional, adakah motif lain di dalamnya? (salah satu komentar dari orang yang ditanyakan tentang mobil nasional- perjalanan solo-surabaya)

Banjir dan Kelangkaan BBM Kenapa di Awal Tahun?

2 Januari 2012

Baru aja semalam tahun baru masehi dimulai, walaupun gak ikut- ikutan tradisi konvoi atau menikmati suasana kota Solo dengan Car Free Night pertama di Indonesia, tetap aja merasakan euforianya. Mulai dari konvoi yang lewat depan rumah, kembang api, bunyi terompet ,hujan rintik- rintik,  libur panjang dan juga keramaian jalan tentunya. Walaupun harus dirumah menemani saudara yang habis operasi tahun baru tetap terasa.

Sayangnya perayaan meriah menyambut tahun baru masehi yang meriah ini disambut dengan hujan deras seharian pada keesokan harinya. Memang sudah lumrah kalau hujan menyapu bumi, ini kan memang musim penghujan tapi sayangnya lagi hujan pada tanggal satu januari kali ini menyebabkan beberapa daerah di kota Solo dan tentunya daerah rumah saya (Karanganyar) mengalami genangan air dan juga banjir dibeberapa titik.

Banyak berita dan status kawan- kawan di jejaring sosial (twitter, facebook) bahwa di beberapa daerah karesidenan Surakarta mengalami musibah banjir. Salah satu daerah yang menjadi langganan banjir di kota Solo adalah daerah Pucangsawit dan Kampung Sewu, selain karena berada di bantaran sungai Bengawan Solo daerah ini juga memiliki tata letak yang kurang sesuai untuk dijadikan tempat hunian. Pemkot Solo sebenarnya sudah melakukan usaha untuk membenahi daerah tersebut, namun apa daya menyambut tahun baru kali ini alam memberikan sebuah sambutan yang cukup tidak mengenakan. Bahkan di salah satu portal berita nasional disebutkan keluarga Wakil Walikota Solo juga ikut mengungsi karena tempat tinggalnya berada di daerah yang terkena banjir. (Semoga tidak menimbulkan korban jiwa dan selamat semuanya, amin)

Selain daerah Pucangsawit dan Kampung Sewu daerah yang dilanda banjir adalah jalan lintas Solo- Sragen, jalan lintas yang beberapa bagian jalannya melewati sungai Bengawan Solo ini juga mengalami  genangan air dibeberapa bagian sehingga menimbulkan kemacetan yang biasanya tidak terjadi di musim hujan biasanya. Banyak kendaraan yang harus berhenti atau menepi untuk dapat melintasi jalan yang terkena banjir. Di depan rumah saya sendiri tadi sekitar jam enam sore banyak motor maupun mobil yang berhenti kebanyakan karena mogok atau tidak mau ambil resiko harus menuntun kendaraan jika memaksa melewati genangan air, kemacetan sendiri sudah berhenti kira- kira jam sembilan malam bersamaan dengan berhentinya hujan deras yang mengguyur sejak sore.

(okee…stop tentang banjirnya, karena saya cuma lihat dan dengar dari orang lain, nah baris selanjutnya adalah peristiwa yang saya alami sendiri)

Selain banjir ada fenomena menarik yang menjadi pembicaraan selama sore ini di sekitar rumah yaitu habisnya stok bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar. Entah karena banyaknya permintaan saat tahun baru, sengaja menutup karena tanggal merah (libur)  atau karena stasiun pengisian bahan ditutup menyusul banjir yang melanda beberapa bagian jalan Solo- Sragen. Saat sedang makan malam di HIK (Hidangan Istimewa Kampung) di sekitar rumah beberapa orang yang menuntun kendaraannta sempat menanyakan tempat pengisian bahan bakar terdekat. Setelah beberapa perbincangan baru diketahui bahwa di jalan Solo- Sragen banyak POM/ Stasiun pengisian bahan bakar yang tutup sehingga para pengendara banyak yang harus rela menuntun lebih jauh untuk mendapatkan bahan bakar.

 Kenapa awal tahun udah disambut dengan bencana seperti ini ya, jadi keinget banyak ramalan buruk yang diucapkan para peramal maupun orang “soksok” pinter tentang tahun ini (walaupun sebenernya gak percaya ama ramalan sih) yang banyak mengatakan bahwa 2012 adalah tahun bencana. Sebenarnya walaupun tanpa ramalan kita sudah bisa melihat dengan jelas bahwa tahun- tahun setelah tahun 2000-an merupakan tahun- tahun bahaya. Selain karena semakin banyaknya bencana alam, bertambahnya penduduk, kurangnya dukungan alam terhadap kehidupan serta sumber daya alam yang banyak berkurang menjadi tanda yang jelas.  Jadi ironis sekali bukan jika memang kita sudah melihat tanda- tanda bahaya yang banyak muncul tapi kita masih merayakan dengan gegap gempita pergantian tahun kali ini. Tapi gak papalah merayakan sebelum gak bisa merayakan pergantian tahun.

Share Ebook Pramoedya Ananta Toer

Sebagai orang muda sudah tahu belum kalau Indonesia punya penulis tingkat dunia yang pernah berkali- kali menjadi nominasi nobel untuk bidang sastra? kalo belum, kayaknya kita harus lebih banyak perhatian terhadap dunia penulisan Indonesia deh. Memang saat ini dunia tulis menulis lebih banyak di penuhi dengan tulisan yang mengangkat tema- tema populer seperti kehidupan remaja, cinta, kekonyolan, dan juga persahabatan.

Tapi gak ada salahnya toh kita mencoba membaca karya- karya sastra lama yang punya cara pandang berbeda terhadap fenomena masyarakat saat itu, pasti banyak ilmu dan cara pandang baru buat kita dalam memandang hidup ini.

Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Sebelumnya, Pramoedya Ananta Toer (atau saya lebih senang menyebutnya Kakek Pram) semasa hidupnya pernah menghasilkan banyak tulisan dan buku yang diterbitkan dan menjadi bacaan internasional, walaupun kurang dikenal di Indonesia.  Hal ini karena pemerintahan saat itu (-Belanda, Orla, Orba) merasa tulisan dari Kakek Pram bisa menjadi sebuah ancaman bagi pemerintahan yang berlangsung, sehingga Kakek Pram harus merasakan dingin lantai penjara, terasing di pembuangan juga penutupan akses atas karya- karyanya.

Produktifitas Kakek Pram  tidak mati karena penjara tentunya, beliau masih menghasilkan tulisan- tulisan bermutu dan sangat amat layak dibaca antara lain yang saat ini paling dikenal dan di cari adalah Buku Tetralogi Buru  yang terdiri dari 4 buku yaitu; Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca. Tetralogi Buru setahu saya sudah banyak yang menjual saat ini di toko buku besar, tidak seperti sebelumnya yang kalau mau membelinya harus mau berburu di tempat- tempat tertentu.

Masih banyak tulisan Kakek Pram yang enak dibaca, bagi yang berminat ini ada beberapa Ebook Kakek Pram yang bisa didownload, tapi bacanya juga harus pake software WinDjView, sekalian juga udah ada kog dibawah.

Gadis Pantai

http://www.ziddu.com/download/17973662/GadisPantai.rar.html

Arok Dedes

http://www.ziddu.com/download/17973663/Arok-Dedes_Pramudya_Otoy.rar.html

Mangir

http://www.ziddu.com/download/17973664/Mangir.rar.html

Cerita Dari Jakarta

http://www.ziddu.com/download/17973665/CeritadariJakarta.rar.html

Bukan Pasar Malam

http://www.ziddu.com/download/17973666/BukanPasarMalam.rar.html

Software buat bacanya

http://www.ziddu.com/download/18002268/WinDjView1.0.3.exe.html


(saya lupa sih dulu minta filenya dari siapa. Asal buat sharing ilmu semoga diridhoi Allah SWT.  Semoga Manfaat. Amin )

-CMIIW-

insomania

Yup, gak bisa tidur lagi…

mata udah merem tadi jam 9, sempet tidur setengah jam, tapi apa daya mata kebuka lagi kayak bola pimpong sampai jam segininya, sambil dengerin lagunya Shania Twain – Youre Still the One rokok ditangan kiri, didepan laptop browsing gak jelas, ditambah seplastik susu coklat hangat dengan harapan bisa membuat mata mengantuk, kuping agak budek, tangan gak capek sampai meninabobokan pikiran dan badan ini. #GAK NGEFEK

Kadang- kadang sebel juga gak bisa tidur cepat, pola hidup kacau, rejeki dateng terlambat, kantung mata membesar, badan jadi lemes, banyak waktu ibadah kelewatan, ya Allah.

Ada resep biar bisa tidur cepet tapi gak ribet?

Minum susu, makan mie, rendam kaki di air hangat, jangan tidur siang #GAK NGEFEK

Yang ada malah repot sampai pagi….

Hope : pengen bisa hidup normal lagi, gak kayak batman kesasar..hahah

– Menjadi Pengangguran Terselubung –

Horeee, akhirnya selesai pendadaran…

Tinggal nunggu wisuda sambil ngurus ini itu biar lancar, wisuda juga masih 3 bulan lagi…

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://1.bp.blogspot.com/-G_JGl0G6o8w/TeMquZdKl8I/AAAAAAAAAO0/QMZNjtJQA0M/s320/sarjana.jpg&imgrefurl=http://nyepam.blogspot.com/2011/05/satu-malam-satu-lembar-saja.html&usg=__CI_HFT2bqtGSgSxKz28XlqDWgHo=&h=320&w=320&sz=11&hl=id&start=4&zoom=1&tbnid=pllImasiNDBw0M:&tbnh=118&tbnw=118&ei=OaX5TvviGtCqrAeNheD6Dw&prev=/search%3Fq%3DToga%2BSarjana%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26hs%3DGAB%26sa%3DX%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26tbm%3Disch%26prmd%3Dimvns&itbs=1

Kata- kata itu yang muncul saat selesai sidang skripsi di benak saya, rasanya sangat lega setelah menempuh pendidikan sarjana selama empat tahun, tapi ternyata leganya cuma bertahan dua minggu, dua minggu pun digunakan buat ngurus- ngurus syarat- syarat guna keperluan wisuda, setelah itu udah deh pikiran dipenuhi dengan hal- hal menyangkut lamaran pekerjaan, mulai dari apa yang dibutuhin, dimana nyarinya, gmana mengatasi test test melamar pekerjaan, waaah pokoknya banyak dan memusingkan.

Ada juga beberapa kawan yang menyarankan waktu kosong selama tiga bulan digunakan buat menghibur diri (melepas penat) setelah perjalanan panjang selama empat tahun kuliah, tapiiii…  kayaknya malah cuma jadi beban di rumah karena gak ada kegiatan, yah sadarlah saya bahwa saya sudah jadi pengangguran terselubung untuk beberapa waktu.

Menjadi pengangguran terselubung rasanya merupakan sebuah langkah awal dari para “fresh graduater” yang menunggu waktu wisuda. Status yang kurang jelas antara mahasiswa atau pekerja membuat pikiran jadi sempit, bahkan ada kawan yang sampai setiap waktu menulis status ke”galauan”nya menjadi seorang pengangguran terselubung, hihih

Satu hal yang bener- bener menjadi sebuah motivasi untuk tetap berproses namun tidak stress menghadapi alur ini adalah kata- kata yang diberikan oleh senior saya yaitu ; “Berprasangka Baik Pada Sang Pencipta” dan ” Percaya Rejeki Sudah di Tulis, Tinggal Kita Berusaha Semaksimal Mungkin Untuk Menjemputnya”

Jadi gak salah kan bila jadi pengangguran terselubung, jangan sampai menjadi beban pikiran dan malah membuat kita gak bersemangat, karena menjadi pengangguran terselubung merupakan sebuah awalan untuk menyesuaikan diri dengan dunia kerja.Tapi bukan berarti harus pasrah lho, tetap harus berusaha mencari pekerjaan, alangkah baiknya apabila saat wisuda kita sudah punya pekerjaan, paling gak kita bisa bangga dengan orang tua. Gelar sarjana dapat, Pekerjaan dapat, Tinggal Nikah aja yang belum 😛

Semangat para Fresh Graduater 😀

-CMIIW-

Share E-Book (Di Bawah Lentera Merah)

Udah pernah dengar nama SOE HOE GIE?

Atau udah pernah liat film Indonesia berjudul GIE?

Image

Sekedar mengingatkan, GIE itu adalah salah satu aktivis mahasiswa di tahun- tahun ORLA (Orde Lama) di bawah pimpinan Presiden Soekarno yang berkuliah di Universitas Indonesia. GIE merupakan salah satu penggerak aksi mahasiswa dalam mengkritik kepemimpinan di masa ORLA yang berujung dengan turunnya Presiden Soekarno. Selain menjadi mahasiswa GIE sendiri juga merupakan seorang penulis produktif, banyak tulisannya yang menjadi bahan bacaan para aktivis mahasiswa sampai saat ini, yang paling terkenal adalah catatan harian GIE yang kemudian dibukukan menjadi sebuah buku yang berjudul “Catatan Seorang Demonstran” (CSD) (recomended buat beli yang asli).

Tapi tulisan GIE tidak hanya dirangkum dalam CSD beberapa tulisan GIE yang terdahulu juga banyak yang dijadikan buku salah satunya berjudul “Di Bawah Lentera Merah” kalau buku yang satu ini merupakan skripsi dari GIE saat duduk di bangku perkuliahan, saya rasa buku- buku GIE enak buat dibaca apalagi buat mahasiswa/i saat ini, bisa mengenalkan kita dengan apa yang namanya idealisme, patriotisme dan arti berorganisasi saat jadi mahasiswa.

Satu lagi, Tulisan dan kisah hidup GIE juga sudah diangkat ke layar lebar dengan judul GIE lho..!, jadi kalo ada yang kurang berminat dengan tulisan atau buku GIE bisa didahului dengan menonton film ini. Siapa tahu jadi penasaran dengan GIE, seorang patriot bangsa yang mati muda dengan sejuta semangat membangun Negerinya.

HIDUP MAHASISWA INDONESIA.

-CMIIW

Link Download E-Booknya :

http://www.ziddu.com/download/17164688/DBLM.pdf.html

YAKUSA – Reuni HMI Komisariat FE UNS 2011

Hari minggu kemaren tepatnya tanggal 25 Desember 2011 kawan- kawan pengurus dan anggota HMI Komisariat Ekonomi UNS memiliki kesempatan buat bertemu dengan beberapa alumni yang bersedia meluangkan waktunya buat ketemu ama adek-adeknya yang imut dan manis ini. Reuni di Solo ini akhirnya bisa terwujud atas inisiatif dari salah satu kakak alumni yang bernama mas Indra.

Awalnya sebelum ada rencana reuni kali ini, kawan- kawan pengurus yang baru dilantik akan melakukan perjalanan ke barat (baca: ke Jakarta) seperti yang dilakukan kepengurusan sebelumnya. Namun karena ada obrolan via Facebook antara mas Indra dengan ketua yang baru dilantik akhirnya acara reuni dipindah tempatkan ke Solo dengan beberapa pertimbangan.

Sebenarnya agak takut juga buat ketemu alumni karena di benak saya awalnya merasa “pekewuh”, malu, takut (sapa tahu alumninya serem) dimintai pertanggungjawaban tentang kepengurusan sebelumnya namun juga ada rasa senang, wah, bangga, ama ada harapan sapa tahu bisa dapat loker dari ketemu alumni (maklum,pengangguran baru). Apa lagi alumni yang datang bisa dianggap orang- orang yang sukses di bidangnya dan punya jasa besar buat HMI Komisariat FE UNS. jadi rasanya campur aduk kayak permen asem, manis, asin heheh. (kog malah curcol..#kebiasaan).

Oke..back to topic…
Reuni akhirnya diadain di Resto Buga Bugi 2 yang deket ama hotel Lorin Solo. Karena belum pernah tahu wajah- wajah dari para mas mbak jadi sempat tebak- tebak juga yang mana ni alumninya, maklum alumni yang datang alumni tahun 1994 keatas (waktu itu masih belum bisa makan sendiri kali ya saya)

Akhirnya setelah ketemu sama mas mbak alumni ternyata pandangan berubah 180 derajat, mbak masnya baik- baik dan welcome pula sama kita- kita yang masih kuliah ini. Alumni juga ada yang membawa anak- anaknya yang juga lucu- lucu, salah satunya yang sempat kenalan tu namanya Arga, heheh moga- moga besok jadi kadeer HMI juga ya dek melanjutkan perjuangan ayah bunda dan om sekalian hehe.

Acara reuni kemudian diisi dengan perkenalan, tanya jawab, sharing ilmu dan pengalaman serta makan siangbareng tentunya. Suasananya sangat kekeluargaan, gak ada batasan antara alumni dan anggota namun tetap menghormati tentunya. Alumni yang datang juga terhitung banyak sampai gak bisa inget semua namanya, beberapa yang masih ingat tu ada Mbak Inri 1, Mbak Inri 2, Mas Joni beserta Istri, Mas Arif 1, Mas Arif 2 Mas Dwi, Mas Majid, Mas Lukman, Mas Dwi (Bapaknya Arga) , Mas Paul ( Alumni Fisip yang beristri Alumni Ekonomi :D), sama mas Bester dan Citra (Anggota kom Hukum).

Overall, reuniannya banyak banget ngasih masukan dan pengalaman yang bakal bikin saya pribadi yakin bahwa saya tidak salah untuk masuk ke organisasi ini “tersesat dijalan yang benar” katanya dan yang pastinya memompa semangat kawan- kawan pengurus baru dalam menghadapi tantangan didepan – Yakusa!! (Yakin Usaha Sampai)memiliki kesempatan buat bertemu dengan beberapa alumni di

Komeeeng Lirik BEP – Where Is The Love

Where is the love (The love)

Where is the love (The love)

Where is the love

The love, the love

Kalo pertama kali denger judul lagu ini pasti kebanyakan orang langsung menjudge kalo lagu ini gak jauh- jauh soal asmara, eits tapi nanti dulu ada baiknya kita  denger, baca kemudian pahami lirik lagu satu ini.  Di lagu ini BEP sepertinya ingin menggambarkan sebuah ironi, sebuah khayalan, dan juga impian dari sebuah kehidupan. Kalo kata senior saya mas Aldi lagu ini gak kalah dahsyatya dengan lagu Imagine; Jhon Lennon yang melegenda. Sama- sama mengusung sebuah mimpi dan ironi.

Di paragraf pertama dari lirik lagu ini menggambarkan bagaimana keadaan Negara adidaya yang juga jadi super police dunia atas terorisme dan negara bebas ternyata juga tidak bisa memberikan keamanan malah memberikan ketakutan terhadap warga negaranya, di gambarkan kalau  KKK (Klux Klux Klan), Gank The Crips, Gank The Blood dan CIA menjadi momok bagi Negara tersebut. (untuk infoo lengkap organisasi dan kegiatannya bisa di cari di google).

Di paragraf- paragraf selanjutnya BEP mencoba menunjukan mulai dari perang, pengusaan oleh satu pihak, konspirasi, keserakahan manusia, dan juga pengaruh dari media yang hanya menunjukan sisi negatif dari suatu hal yang secara tidak langsung merusak pemikiran kaum muda. Mungkin ini lagu lama, tapi ternyata apa yang diceritakan di lirik lagu ini sampai saat ini bukannya berkurang malah semakin jadi, overall BEP nulis di lirik lagu ini kalo semuanya bisa menjadi lebih baik kalau tiap individu di dunia ini benar- benar punya cinta dan keinginan kuat untuk membantu sesama (mimpinya gitu).

Dengan cerita- cerita yang digambarkan dalam lirik lagu ini masih bisakah kita berbicara tentang cinta untuk semua umat manusia, dimana cinta yang katanya bisa membuat hidup ini indah?

People killin’, people dyin’
Children hurt and you hear them cryin’
Can you practice what you preach
And would you turn the other cheek

Father, Father, Father help us
Send some guidance from above
‘Cause people got me, got me questionin’
Where is the love (Love)

Liburan Sempu

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan juli 2011 saya dan beberapa teman saya menyempatkan diri untuk berlibur dengan beberapa kawan kuliah, selain untuk melepas penat karena kegiatan perkuliahan tujuan dari liburan ini juga buat mencoba cara baru liburan. Kalo biasanya liburan terkesan sesuatu yang mahal khususnya buat mahasiswa kali ini kita mencoba buat sedikit lebih hemat tapi tetap asik buat menikmati liburan tanpa pusing memikirkan biaya yang membengkak yaitu dengan cara backpackeran. Awalnya saya diajak oleh salah satu kawan yang berinisial KP buat ikut berlibur ke Pulau Sempu, bagi yang belum tau apa itu pulau sempu ni saya kasih posisi petanya 😀

Total personil yang ikut dalam perjalanan ini berjumlah enam orang keseluruhan yang terdiri dari :

Kurniawan Putra “Ganteng”
@iwanoke
Mahasiswa Parttime1

 

David “Ucok”
@daviducok
Petualang Sejati 1

Indra “Ucok”
@indra_u_s
Petualang Sejati 2 + Fotografer

Asri Tri ”aji”
@triaaji
Mahasiswa Parttime2

Ghiaz
@Ghiazuniar
Mahasiswa Sejati

Total perjalanan dari Solo – Sempu ditempuh dalam kurang satu hari perjalanan yang diawalai dengan naik kereta dari solo – malang, dilanjutkan dengan kendaraan umum sampai dengan pantai (dermaga) sempu, setalah itu menyewa kapal untuk menyeberang kemudian dilanjutkan dengan tracking selama kurang lebih 2 jam untuk bisa sampai ke pantai sendang biru. Untuk cerita detail liburan ini lebih baik saya tulis di post lain buat ngejar kuota post saya. Heheh Wassalam 😀